Trump Ancam Hantam Iran Sangat Keras, Bertekad Menang Perang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghantam Iran dengan sangat keras guna memenangkan perang yang dimulai oleh serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu. Ancaman tersebut disampaikan saat Trump memimpin rapat kabinet di Camp David, Maryland, pada Jumat, 31 Juli. Trump menegaskan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir dan menyatakan tekadnya untuk menang.
Media AS seperti Wall Street Journal dan CBS News melaporkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran terhadap target infrastruktur energi Iran, termasuk kilang minyak dan pembangkit listrik, yang diperkirakan dapat terjadi paling cepat akhir pekan ini. Konflik ini telah berkecamuk selama lebih dari lima bulan dan kembali memanas setelah penangguhan serangan yang hanya berlangsung singkat.
Trump juga menepis laporan yang menyebutkan Iran masih kuat, dengan mengatakan kondisi Iran sangat buruk. Meskipun demikian, laporan menyebutkan bahwa Trump belum memberikan lampu hijau final untuk operasi tersebut, namun AS dan Israel terus berkoordinasi. Jika serangan dilaksanakan, ini akan menjadi pertama kalinya Israel menyerang Iran sejak gencatan senjata pada April lalu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 10.52
Trump Umumkan AS dan Israel Batal Serang Iran Besar-besaran, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 18.45
Trump Telpon Pangeran MBS sebelum Batalkan Serangan ke Iran
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 07.58
Bersiap Mengebom Iran Besar-besaran, AS Desak Warganya Tinggalkan Timur Tengah
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 05.41
Jenderal Iran: Negara Mana Pun yang Jadi Tameng AS Akan Terbakar dalam Kobaran Api Perang!
Berita terkait
Trump Pertimbangkan Serang Iran Lagi, AS Kerahkan Kapal Induk Ke-3 ke Timur Tengah
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 08.01
Trump Bersumpah Hantam Keras Iran Jika Terbukti Terlibat Pembajakan Flydubai
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 05.15
IRGC Sebut Trump Pembohong Besar, AS Gagal dan Harus Tinggalkan Timur Tengah
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 17.39
Perempuan-perempuan Iran Angkat Senjata setelah Negara Mereka Diancam Dilenyapkan AS
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 07.08