Jepang Bela Presiden ICC yang Disanksi AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Jepang menyatakan dukungan untuk Presiden Mahkamah Pidana Internasional (ICC) Tomoko Akane setelah AS menjatuhi sanksi padanya. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menyampaikan dukungan dalam konferensi pers di Tokyo, meski kritik muncul bahwa respons Jepang dinilai lemah. Pemerintah Jepang tidak secara terbuka mengkritik Presiden AS Donald Trump yang menuduh ICC melampaui kewenangan dan mencampuri kedaulatan negara. Perdana Menteri Sanae Takaichi dan Kementerian Luar Negeri menyebut sanksi ini "sangat disayangkan", mendapat kritik dari organisasi hak asasi manusia internasional. Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard menilai respons Jepang cukup lemah, sementara Direktur Human Rights Watch untuk Jepang Kanae Doi menyerukan dukungan yang lebih kuat terhadap ICC. Kihara menegaskan Jepang secara konsisten mendukung ICC dalam mengadili kejahatan berat dan menegakkan supremasi hukum, namun akan menahan diri mengomentari setiap pandangan secara individual.
Bagikan
Berita terkait
ICC Kecam Sanksi AS: Serangan Independensi Peradilan!
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 16.35
ICC Sebut Sanksi AS Bentuk Serangan atas Keadilan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.24
Keadilan di Tengah Tekanan: Presiden ICC Jadi Sasaran Sanksi AS
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.41
AS Sanksi Ketua ICC Tomoko Akane, 9 dari 18 Hakim Kini Masuk Daftar
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 12.45