JPU Sebut Saksi LKPP di Sidang Banding Justru Perkuat Vonis Nadiem Makarim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung menilai kesaksian mantan pejabat LKPP Dwi Satrianto dalam sidang banding terdakwa Nadiem Anwar Makarim justru memperkuat vonis hakim pada tingkat pertama. Menurut JPU Roy Riady, keterangan saksi yang dihadirkan oleh tim advokat Nadiem konsisten dan sama dengan fakta yang sudah dipertimbangkan sebelumnya. JPU juga menyatakan bahwa saksi tersebut tidak memberikan fakta baru yang dapat mengubah pertimbangan hakim.
Sebaliknya, majelis hakim menolak untuk meminta Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari LKPP sebagai alat bukti. Ketua Majelis Hakim Subachran Hardi Mulyana menjelaskan bahwa SPTJM di LKPP hanya berfungsi sebagai syarat teknis penayangan barang dari berbagai prinsipal, sehingga tidak dianggap relevan sebagai bukti dalam perkara ini. Namun, hakim menegaskan bahwa tidak adanya SPTJM tetap menjadi bahan pertimbangan dalam sidang banding.
Nadiem Anwar Makarim divonis 10 tahun penjara pada tingkat pertama karena terbukti melakukan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kemendikbudristek tahun anggaran 2019-2022. Vonis tersebut mencakup denda Rp1 miliar dan uang pengganti senilai Rp809,59 miliar yang berasal dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa melalui PT Gojek Indonesia, sebagian besar dari investasi Google senilai 786,99 juta dolar AS. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1,56 triliun. Nadiem bersama tiga terdakwa lainnya dinyatakan melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.14
Sidang Banding Nadiem, JPU: Kesaksian LKPP Perkuat Pertimbangan Putusan Tingkat Pertama
Berita terkait
Hadapi Sidang Putusan Banding Kasus Chromebook, Nadiem Tegaskan Tidak Ada Perbuatan Melawan Hukum
JawaPos · 24 September 2026 pukul 11.45
Nadiem Hadiri Sidang Putusan Banding, Dukungan Datang dari Keluarga, Ojol, hingga Amsal Sitepu
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 10.44
Hadapi Sidang Putusan Banding, Nadiem Tegaskan Tidak Ada Perbuatan Melawan Hukum dalam Pengadaan Chr
JawaPos · 24 September 2026 pukul 10.30
Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Jalani Sidang Putusan Banding Hari Ini
kumparan · 24 September 2026 pukul 10.02