Jumhur Dorong Kearifan Lokal Jadi Solusi Krisis Iklim di BRICS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327263/original/035187000_1787074431-WhatsApp_Image_2026-08-18_at_22.53.09.jpeg)
Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat, mendorong penggunaan kearifan lokal sebagai solusi krisis iklim dalam Pertemuan Menteri Lingkungan BRICS di New Delhi, India (18/8/2026). Indonesia menekankan bahwa teknologi saja tidak cukup, sehingga pengetahuan tradisional seperti Subak di Bali, Sasi Lompa di Maluku, dan Awig-Awig di Bali perlu diintegrasikan untuk memperkuat adaptasi dan ketahanan iklim berbasis masyarakat.
Indonesia menyoroti peran penting keanekaragaman hayati, dengan kepemilikan 14% mamalia dan 18,6% burung dunia, serta 23% hutan mangrove global. Sebagai negara kepulauan dengan 60% penduduk di pesisir, Indonesia sangat rentan terhadap kenaikan permukaan laut. Untuk itu, pemerintah telah menetapkan Rencana Adaptasi Nasional 2026–2030 guna melindungi pembangunan dan kemakmuran nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 01.00
Menteri Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggung Jawab Kolektif Pulihkan Lingkungan
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.38
Indonesia Bawa Praktik Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat ke Forum BRICS
Berita terkait
Zulhas Cerita Pernah Didatangi George Soros, RI Ditawari US$50 Juta
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 08.15
Suarakan 4 Poin Utama di India, Ini Sikap Tegas RI di BRICS
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 14.35
Mendag ajak BRICS perkuat kolaborasi hadapi ketidakpastian global
ANTARA News · 8 Agustus 2026 pukul 10.41
Mendag dorong perdagangan berbasis aturan untuk UMKM di BRICS
ANTARA News · 8 Agustus 2026 pukul 10.05