KDM Bikin Sayembara Tangkap Begal, Wamendagri Minta Tak Lompati Koridor Hukum
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya merespons langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) yang menggelar sayembara berburu begal dan jambret. Bima mengingatkan kepala daerah untuk tetap berada dalam koridor hukum dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH). Ia menekankan patroli sebagai kunci utama kehadiran pemerintah dan aparat di lapangan, serta inovasi seperti sayembara tidak boleh melemahkan penegakan hukum. Sebelumnya, KDM mengumumkan sayembara bagi warga Jawa Barat yang mampu melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan seperti maling, copet, dan jambret, lalu menyerahkannya ke polisi dalam keadaan hidup. Hadiah yang disiapkan bervariasi dari Rp5 juta hingga Rp50 juta tergantung risiko dan aksi penangkapan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 18.50
Dikritik Yusril dan Pigai, Dedi Mulyadi Sebut Sayembara Tangkap Begal Cegah Main Hakim Sendiri
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 16.40
Wamendagri soal Sayembara Begal KDM: Jangan Langsung Lompat ke Inovasi
CNN Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 14.50
Membaca Fenomena Vigilante, Main Hakim Sendiri di Bali hingga Morowali
Berita terkait
Pemerhati Hukum Kritik Sayembara Rp100 Juta Cari Ijazah Gibran
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 21.55
Polisi Dalami Pasal 300 KUHP di Kasus Tantangan Al-Qur'an demi Miras
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 18.34
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ungkap Dampak Negatif Pengonsumsi Tramadol
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 14.30
Preman Kiaracondong Bandung Ditangkap Usai Serang Warga dengan Pedang
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 09.13