Wamendagri soal Sayembara Begal KDM: Jangan Langsung Lompat ke Inovasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto merespons sayembara tangkap begal yang digelar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Bima Arya menekankan kepala daerah harus berinovasi dalam koridor hukum dan mengutamakan koordinasi dengan aparat penegak hukum. Menurutnya, penguatan patroli lebih penting daripada melompat ke inovasi lain. Dedi Mulyadi menyediakan hadiah Rp5–50 juta bagi warga yang menangkap pelaku begal, copet, atau jambret, dengan syarat pelaku diserahkan hidup-hidup ke polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismano menyambut positif sayembara itu sebagai motivasi warga menjaga keamanan. Namun, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengkritik kebijakan tersebut karena berisiko melegitimasi main hakim sendiri. Ia menyarankan fokus pada patroli, pemasangan CCTV, perbaikan penerangan jalan, percepatan respons laporan, dan pengusutan tuntas jaringan penadah begal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 14.57
Setahun Tragedi Pesta Rakyat Anak Dedi Mulyadi, Kepastian Hukum Masih di Ujung Jalan
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 23.54
Bentrokan 2 Kampung di NTT gegara Rebutan Lahan, Mobil hingga Motor Dibakar
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 19.03
Cegah Main Hakim Sendiri, Yusril Minta Polisi dan Ulama Turun Tangan
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 18.50
Dikritik Yusril dan Pigai, Dedi Mulyadi Sebut Sayembara Tangkap Begal Cegah Main Hakim Sendiri
Berita terkait
Proyek Ruang Dansa Gedung Putih Diminta Disetop, Trump Naik Pitam!
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 13.40
WN Malaysia Bawa Sabu-Ekstasi Rp2,7 M Diringkus di Bandara Juanda
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 22.49
Kopilot Malaysia Bawa Narkoba ke RI, Legislator Desak Sosok Pemasok Diusut
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.17
Hakim Nigeria Sempat Diculik Geng Bandit, Kini Telah Dibebaskan
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 04.38