Membaca Fenomena Vigilante, Main Hakim Sendiri di Bali hingga Morowali
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Aksi main hakim sendiri (vigilante) marak di beberapa daerah Indonesia dalam sepekan terakhir. Di Bali, pria berinisial KD tewas dikeroyok setelah diduga mencuri ayam aduan. Di Morowali, Sulawesi Tengah, pria berinisial S tewas dihajar massa karena diduga hendak mencuri sepeda motor. Di Lamongan, Jawa Timur, dua pria dianiaya usai diduga mencuri besi bekas, meski tak ada korban jiwa. Kasus serupa juga terjadi di Tanjung Balai dan Matraman. Sosiolog UGM Soeprapto menilai aksi ini spontan, mengindikasikan rendahnya pengendalian emosi, keberanian karena massa, dan rendahnya daya pikir rasional. Kriminolog UI Reza Indragiri menambahkan bahwa vigilante tidak sepenuhnya karena ketidakpercayaan pada aparat, melainkan juga dipicu situasi seperti pelaku tak mendapat sanksi atau sayembara. Menurutnya, vigilante bisa mengisi kevakuman hukum dan membangun solidaritas, namun juga berisiko memicu brutalisme dan ketergantungan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 19.03
Cegah Main Hakim Sendiri, Yusril Minta Polisi dan Ulama Turun Tangan
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 14.31
Sambangi Korban Pengeroyokan Tertuduh ‘Pencuri Ayam’, Wayan Sudirta DPR Serahkan Sumbangan Pendidikan untuk Keysia Bersaudara
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 17.31
KDM Bikin Sayembara Tangkap Begal, Wamendagri Minta Tak Lompati Koridor Hukum
Liputan6.com · 28 Juli 2026 pukul 12.32
Aksi Main Hakim Sendiri Kian Marak, Saat Emosi Kalahkan Hukum
Berita terkait
Ratusan Orang Ditangkap terkait Kebakaran Hutan, Motifnya Tak Terduga
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 06.01
Kronologi "Bocah" 22 Tahun Curi Rp 4,6 T, Habiskan Rp 10 M Semalam
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.55
Begini Modus Eks Karyawan Kuras Saldo TikTok Vilmei Rp 1,28 M
Detik.com · 6 September 2026 pukul 13.12
Dokter Aniaya Pacar gegara Tolak Ambilkan Makanan Divonis 5 Bulan Percobaan
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 10.14