Kejadian Pondok Pinang bukan isu SARA, tapi kembang api yang ganggu warga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kejadian di Jalan Kramat II, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, tidak bersifat SARA. Acara pengajian dan haul almarhum yang bertepatan dengan Maulid Nabi pada Sabtu (3/10) malam menggunakan petasan berulang kali hingga pukul 01.00 WIB, mengganggu waktu istirahat warga. Camat Kebayoran Lama, Mustopa, menegaskan rapat koordinasi dengan berbagai pihak telah menyatukan persepsi dan mengevaluasi kejadian. Panitia mengakui kesalahan dan memberikan maaf. Ketua FKUB Jakarta Selatan Djawahir Tantowi juga memastikan bukan masalah SARA serta mengharapkan kerukunan tetap terjaga di Kecamatan Kebayoran Lama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 08.30
Kembang Api Maulid Picu Kericuhan di Pondok Pinang, Pramono-Kemenag Turun Tangan
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 22.55
Stafsus Menag Temui Warga yang Protes Kembang Api Maulid di Jaksel, Dorong Lapor
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 22.33
Warga yang Protes Kembang Api saat Maulid di Pondok Pinang Konsultasi ke Polisi
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 21.46
Pramono soal Kembang Api Maulid di Tengah Malam: Tak Elok, Ganggu Ketertiban
Berita terkait
Maulid Nabi di Pondok Pinang Ricuh, Warga Protes Kembang Api Dinyalakan 1 Jam
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 10.48
Lurah Pondok Pinang Serahkan Kasus Petasan di Acara Maulid ke Polisi
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 16.39
Warga Jakarta Berhasil Cegah 34 Kebakaran, Begini Caranya
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 12.08
Soal Protes Petasan Maulid di Pondok Pinang, Ahmad Sahroni Dorong Restorative Justice dan Penegakan Aturan Ketat
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 11.23