Kejayaan Karet RI Nyaris Hilang-Petani Sebut Jadi Anak Tiri, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekspor karet Indonesia menurun drastis dari 2,99 juta ton (2019) menjadi 85,4% dari volume 2025 pada 2026. Produksi turun dari 3,68 juta ton (2017) menjadi 2,1 juta ton (2025). Dari 157 pabrik pengolahan crumb rubber, 60 unit berhenti beroperasi. Petani beralih ke sawit karena harga karet rendah dan tanaman karet sudah tua (overtapping). Hanya 300-400 ribu hektare yang masih produktif. Kebutuhan intervensi pemerintah melalui BPDP Karet untuk rehabilitasi kebun dan pengembangan industri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 16.31
Bukan Soal Insentif, Ini yang Bikin Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 13.14
Pemerintah Targetkan Raup Rp 3.800 T dari Hilirisasi dalam 4 Tahun
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 12.37
Airlangga Bidik Investasi Hilirisasi Rp3.800 Triliun dalam 4 Tahun
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 15.48
30 Ribu Batang Baja Ringan Asal Kendal Melenggang ke Pasar Australia
Berita terkait
Tangis Petani Nyalakan Alarm Bahaya, 10 Tahun Lagi Karet RI Punah
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 17.10
Kinerja Satgas Hilirisasi Berhasil Bikin RI Menguasai 41% Industri Nikel Olahan Dunia
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 16.10
Petani Karet RI Menjerit ke DPR-Cerita Tak Pernah Makan Enak, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 16.35
Ekonom CORE Nilai Hilirisasi Nikel Mulai Ubah Struktur Ekonomi Indonesia
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 11.43