Kepala BGN tingkatkan status keracunan MBG jadi kejadian fatal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meningkatkan status keracunan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari kejadian menonjol menjadi kejadian fatal. Kebijakan ini diambil karena kasus tersebut menyangkut nyawa dan kesehatan penerima manfaat, khususnya anak-anak.
Kasus yang terjadi di Semarang, Jawa Tegah, mendorong BGN memberlakukan sanksi tegas. Setiap SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) atau dapur MBG yang terindikasi keracunan akan ditangguhkan sambil dilakukan investigasi bersama Dinas Kesehatan setempat. Kepala SPPG yang ditangguhkan akan otomatis dicopot, dan BGN akan mengevaluasi apakah terjadi kelalaian atau pelanggaran standar higienis, serta mempertimbangkan pemecatan atau tidak memperpanjang status PPPK pegawai yang bersangkutan.
Sudaryono menegaskan BGN menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap setiap kasus keracunan. BGN juga berencana meningkatkan transparansi kepada publik, termasuk orang tua dan guru, dengan menyediakan informasi lengkap mengenai menu, kandungan gizi, hingga rencana penghubungan sistem dengan CCTV di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 11.22
Sudaryono Minta Maaf kepada Korban Keracunan MBG, Janji Tanggung Biaya Pengobatan
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 17.22
Kepala BGN Sudaryono Pastikan Putusan MK Tak Hentikan MBG
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 10.55
Kepala Dapur MBG Dicopot Usai Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Keracunan
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 20.43
137 Kepala SPPG Dicopot karena Kasus Keracunan hingga Penyalahgunaan Dana
Berita terkait
Mulai 5 Oktober, Insentif Dapur MBG Dipatok Rp 2.000/Porsi
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 12.39
Petugas SPPG Tampak Ragu Santap Menu MBG Saat Diminta Guru
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 07.20
105 Siswa-8 Guru Keracunan MBG, Operasional SPPG di Rembang Disetop Sementara
Detik.com · 27 September 2026 pukul 08.08
SPPG di Batang Ditegur Buntut Keracunan, SPPG di Tulungagung Disetop
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 20.55