Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Ketika Suara Guru Bertemu Data PISA

Kurikulum Merdeka mendapat dukungan kuat dari 15 guru di berbagai sekolah dan daerah di Indonesia berdasarkan hasil wawancara. Sebanyak 60% guru (9 orang) memilihnya sebagai kurikulum paling mudah dalam merancang pembelajaran, sementara 53,3% (8 orang) memilihnya untuk pelaksanaan di kelas. Fleksibilitas menjadi nilai utama, dengan 66,7% guru merasa diberi keleluasaan besar dalam memilih metode dan strategi pembelajaran. Kurikulum ini juga dinilai paling mendukung penggunaan teknologi (80%) dan pengembangan kreativitas peserta didik (80%).

Dukungan terhadap Kurikulum Merdeka semakin kuat pada aspek penyesuaian dengan kebutuhan peserta didik, dengan 66,7% guru merasa kurikulum ini paling sesuai dengan kebutuhan saat ini. Sebanyak 86,7% (13 guru) menilai Kurikulum Merdeka paling sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru-guru melaporkan lebih kreatif dan inovatif dalam merancang metode pembelajaran yang relevan dengan lingkungan peserta didik, serta lebih leluasa mengembangkan media pembelajaran sesuai kemampuan berbeda-beda peserta didik.

Secara keseluruhan, Kurikulum Merdeka dinilai memberikan kebebasan kepada guru untuk mengembangkan silabus dan materi pelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan nyata, sekaligus mendorong inovasi dalam pendekatan pembelajaran yang berbeda.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait