Jelang Muktamar, Ketua PWNU DKI Soroti Potensi Money Politics & Sedekah Politik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma'arif, menyoroti potensi politik transaksional dalam pemilihan pimpinan NU. Ia menyatakan pemberian uang dalam kegiatan NU sulit dibedakan antara money politics dan sedekah politik. Samsul mengidentifikasi tiga kelompok yang berpotensi memengaruhi dinamika pemilihan: politisi, birokrat, dan pengusaha. Politisi mendekati NU untuk kepentingan elektoral, sementara birokrat dan pengusaha dapat memanfaatkan akses untuk keuntungan. Ia juga menyampaikan keberadaan perang opini antar-timses calon pimpinan. Direktur PPI, Adi Prayitno, menilai isu ini sensitif karena NU adalah organisasi sosial-keagamaan, bukan partai politik, dan berdoa agar praktik transaksi tidak terbukti.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 20.42
Kiai Sepuh Tebuireng: Politik Uang Menjelang Muktamar Ke-35 NU Bukan Lagi Isu
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.46
Gus Lilur Minta Presiden Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU
Berita terkait
Semestinya NU Pilih Ketum Lewat AHWA, Pemilihan Langsung Berpotensi Timbulkan Friksi
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.19
Ada yang Resah Belum Diundang ke Muktamar NU, tetapi Sudah Diminta Nama AHWA
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 07.11
Maju di Muktamar NU, Gus Rozin Keliling Daerah Menawarkan Konsep Poros Tengah
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 09.22
Jelang Muktamar ke-35 NU, Desakan Kepemimpinan Independen dan Berintegritas Menguat
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 17.53