Jelang Muktamar, Ketua PWNU DKI Soroti Potensi Money Politics & Sedekah Politik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma'arif, menyoroti potensi politik transaksional dalam pemilihan pimpinan NU. Ia menyatakan pemberian uang dalam kegiatan NU sulit dibedakan antara money politics dan sedekah politik. Samsul mengidentifikasi tiga kelompok yang berpotensi memengaruhi dinamika pemilihan: politisi, birokrat, dan pengusaha. Politisi mendekati NU untuk kepentingan elektoral, sementara birokrat dan pengusaha dapat memanfaatkan akses untuk keuntungan. Ia juga menyampaikan keberadaan perang opini antar-timses calon pimpinan. Direktur PPI, Adi Prayitno, menilai isu ini sensitif karena NU adalah organisasi sosial-keagamaan, bukan partai politik, dan berdoa agar praktik transaksi tidak terbukti.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 19.18
Jejak Sowan Gus Salam Menjemput Restu Ulama Jelang Muktamar ke-35 NU
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.04
Gus Lilur Minta Jangan Bawa-bawa Nama Presiden untuk Intervensi Muktamar NU
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 20.42
Kiai Sepuh Tebuireng: Politik Uang Menjelang Muktamar Ke-35 NU Bukan Lagi Isu
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.46
Gus Lilur Minta Presiden Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU
Berita terkait
Kiai Sepuh Mengecam Penjual Restu Presiden di Muktamar NU
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 07.14
Susunan Lengkap Pengurus PBNU Periode 2026-2031
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 06.00
Daftar 7 Waketum PBNU: Gus Ipul, Gus Rozin hingga Gus Ipang
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 21.27
Gus Ipul Somasi 3 Orang yang Tuduh Uang Hasil Korupsi Mengalir ke Muktamar NU
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 18.51