Kisah Pedagang Pejompongan Saat Kerusuhan, Tutup Toko karena Takut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5331195/original/019333900_1756389035-rusu4.jpg)
Kericuhan di Jalan Pejompongan, Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026 menghantam pedagang. Bambang Setiyawan (58) masih buka toko kaca dan cermin hingga malam demi rencana tutup, namun dikeroyok oleh perusuh tak dikenal. Sehari sebelum, aksi penyampaian pendapat di Gedung DPR aman, namun setelah malam tiba, kerusuhan memuncak. Pedagang banyak tutup toko sejak awal malam. Hingga Jumat pagi, toko Bambang tutup karena takut, baru kembali buka Sabtu, 29 Agustus 2026 setelah melihat TNI berjaga. Sekarang personel TNI tidak ditemukan, namun pedagang kembali buka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 29 Agustus 2026 pukul 19.15
Polda Metro Jaya Harus Cepat Tangani Kasus Tewasnya Bambang Setiawan di Lokasi Kerusuhan Pejompongan
JawaPos · 29 Agustus 2026 pukul 11.15
Ramai di Media Sosial, Polisi Masih Dalami Dugaan Keterlibatan Ormas dalam Kerusuhan di Pejompongan
JawaPos · 29 Agustus 2026 pukul 10.30
Polisi Janji usut Tewasnya Bambang Setiawan, Warga Pejompongan yang Sempat Hilang Dicari Istrinya
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 21.52
Satu Orang Tewas Dalam Kerusuhan di Pejompongan, Polisi Belum Tahu Penyebabnya Apa
Berita terkait
Anggota TNI Berjaga di Kawasan Pejompongan usai Demo Ricuh
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 11.22
Malam Mencekam di Pejompongan
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 12.39
Polisi: Massa Rusuh di Pejompongan Terafiliasi Anarko
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 08.31
45 Orang Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka pada Kerusuhan di Pejompongan Kamis Malam
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 20.00