Komisi III DPR Minta Polri Bongkar Sindikat Meterai Palsu Rp1,03 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi III DPR RI meminta Polri menangani tuntas sindikat pemalsuan meterai palsu bernilai Rp1,03 triliun. Ahmad Sahroni menyatakan pemalsuan meterai tidak hanya merugikan keuangan negara tetapi juga mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap dokumen resmi. Ia meminta investigasi mencakup rantai produksi hingga penjual, termasuk membekukan semua barang bukti untuk mencegah peredaran lebih luas. Polri dan DJP berhasil mengungkap sindikat dengan 16 tersangka di lima wilayah hukum, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara pada Juni-Juli 2026. Barang bukti yang disita meliputi 3,438,541 keping meterai Rp10.000, bahan baku kertas, mesin cetak, dan akun marketplace.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 11.42
Komisi III DPR Minta Polri Usut Tuntas Sindikat Pemalsu Meterai yang Rugikan Negara Rp1 Triliun
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.59
Rajiv DPR Apresiasi Kapolri Cepat Menangkap Keinginan Presiden Perihal Swasembada Bawang Putih
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 03.47
Polri Bantah Penggeledahan Rumah Febrie Harus Berizin Jaksa Agung
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 00.30
Polri Tegaskan Penetapan Febrie Tersangka Usai Kantongi 2 Alat Bukti
Berita terkait
Kejati DKI Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi Proyek Renovasi Gedung Cipta Karya
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.16
Kubu Febrie Soroti Urutan Surat Penyitaan Rumah Sentul, Nomornya Disebut Lebih Dulu dari Surat Penyidikan
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 17.16
Aparat Bongkar Sindikat Meterai Palsu, Bikin Rugi Negara Rp1 Triliun
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.15
Polri Desak Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah soal Penyitaan
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 16.45