KPK Temukan Banyak Praktik Nyontek di Kampus, Menag: Ini Alarm untuk Perbaikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Agama Nasaruddin Umar menanggapi temuan KPK mengenai rendahnya integritas di sektor pendidikan. Berdasarkan survei terhadap 393.584 responden, ditemukan praktik menyontek terjadi pada 71 persen kampus dan 43 persen sekolah. Selain itu, plagiarisme mahasiswa dilaporkan mencapai 93 persen, sementara promosi jabatan berdasarkan kedekatan terjadi di 72 persen kampus. Gratifikasi juga masih dianggap wajar oleh 52 persen satuan pendidikan.
Menag menegaskan bahwa data ini adalah alarm untuk perbaikan sistem pendidikan nasional, termasuk di lingkungan Kemenag. Ia menekankan bahwa kebiasaan kecil seperti menyontek dan plagiarisme merupakan pintu masuk menuju perilaku korupsi di masa depan. Oleh karena itu, penguatan pendidikan antikorupsi harus difokuskan pada pembentukan karakter dan budaya kejujuran, bukan sekadar pengetahuan teori tentang benar dan salah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 16.16
BRI dan KPK Perkuat Budaya Antikorupsi, Siapkan Penyuluh Antikorupsi
Berita terkait
Jaksa KPK Dalami Penugasan Khusus dari Eks Menag Yaqut Qoumas ke Mantan Stafsus
JawaPos · 22 September 2026 pukul 14.45
Pemprov Pemprob DKI dan KPK Ajak Generasi Muda Belajar Antikorupsi Sejak Dini
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 15.00
Kasus Korupsi Kuota Haji, Saksi Ungkap Pengembalian Uang 5 Ribu Dolar AS ke KPK
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 21.09
Simbol Antikorupsi DKI Kini Dipertanyakan: Ahok vs Rekam Jejaknya Sendiri
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 11.40