KPK Temukan Dugaan Layering dalam Penerimaan Maba Usai OTT Rektor Unsoed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dugaan sistem layering dalam penerimaan mahasiswa baru di Unsoed, Purwokerto. Operasi tangkap tangan (OTT) pada 20 Agustus 2024 menyelamatkan 14 orang, termasuk Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq. Temuan ini terkait dugaan pengondisian penerimaan mahasiswa, khususnya di Fakultas Kedokteran, dengan uang ratusan juta rupiah. Tujuh tersangka dibawa dari Purwokerto, dua dari Jakarta. KPK belum menetapkan tersangka resmi, akan disusun melalui konferensi pers. Dugaan korupsi dianggap berbahaya karena memengaruhi proses seleksi mahasiswa di masa awal penerimaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 04.30
KPK Bongkar Modus Baru, Rektor Unsoed Gunakan Proyek untuk Tutupi Suap
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 23.58
KPK Tampilkan Penyitaan Uang Ratusan Juta di OTT Rektor Unsoed, Disimpan di Kantong Plastik
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 16.53
Terjaring OTT, Rektor Unsoed Tak Hadiri Acara KPK
JawaPos · 22 Agustus 2026 pukul 06.31
KPK Pamerkan Uang Rp 764 Juta dari OTT yang Tersangkakan Rektor Unsoed
Berita terkait
Guru SMA di Tasikmalaya Diduga Terlibat Rasuah Penerimaan Maba Unsoed
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 18.43
KPK Menduga Guru SMA di Tasikmalaya Terlibat Kasus Korupsi Penerimaan Maba Unsoed
JawaPos · 11 September 2026 pukul 18.31
Usai Unila dan Unsoed, KPK Bidik Korupsi Penerimaan Maba di Kampus Lain
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 05.49
Korupsi Penerimaan Maba Diduga Tak Cuma Terjadi di Unila dan Unsoed
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 03.49