Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Spanyol Berang dengan Sikap Eropa Terkait Krisis Migran Ilegal di Ceuta

Krisis migran ilegal di Ceuta, wilayah Spanyol di Afrika Utara, memicu kemarahan Spanyol terhadap reaksi beberapa negara Eropa. Sekitar 60.000 migran dari Maroko masuk ke Ceuta pada 30 Juli, namun sebagian besar telah kembali ke Maroko. Menteri Dalam Negeri Spanyol melaporkan setidaknya 67 korban tewas akibat penyeberangan tersebut.

Negara-negara seperti Italia, Finlandia, Denmark, dan Ceko menangguhkan atau mendesak penangguhan perjanjian Schengen dengan Spanyol, dengan alasan keamanan. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menuduh beberapa pemerintah Eropa melakukan serangan berdasarkan prasangka dan kepentingan politik, serta menekankan bahwa keamanan perbatasan Eropa adalah tanggung jawab bersama.

Sementara situasi di Ceuta mulai stabil dengan bisnis dibuka kembali, dampak politik dan diplomatik terus berlanjut. Uni Eropa akan mengadakan konferensi video untuk membahas masalah ini, dan 22 dari 27 negara anggota menyerukan pembicaraan darurat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait