Spanyol Berang dengan Sikap Eropa Terkait Krisis Migran Ilegal di Ceuta
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Krisis migran ilegal di Ceuta, wilayah Spanyol di Afrika Utara, memicu kemarahan Spanyol terhadap reaksi beberapa negara Eropa. Sekitar 60.000 migran dari Maroko masuk ke Ceuta pada 30 Juli, namun sebagian besar telah kembali ke Maroko. Menteri Dalam Negeri Spanyol melaporkan setidaknya 67 korban tewas akibat penyeberangan tersebut.
Negara-negara seperti Italia, Finlandia, Denmark, dan Ceko menangguhkan atau mendesak penangguhan perjanjian Schengen dengan Spanyol, dengan alasan keamanan. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menuduh beberapa pemerintah Eropa melakukan serangan berdasarkan prasangka dan kepentingan politik, serta menekankan bahwa keamanan perbatasan Eropa adalah tanggung jawab bersama.
Sementara situasi di Ceuta mulai stabil dengan bisnis dibuka kembali, dampak politik dan diplomatik terus berlanjut. Uni Eropa akan mengadakan konferensi video untuk membahas masalah ini, dan 22 dari 27 negara anggota menyerukan pembicaraan darurat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 02.20
Pertahanan Spanyol Jebol Diserbu 60.000 Migran, Ini 5 Faktanya
ANTARA News · 2 Agustus 2026 pukul 17.37
Tragedi Ceuta: 90 migran tewas saat menuju wilayah Spanyol dari Maroko
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 06.23
Update Chaos Serbuan Migran ke Spanyol: Nekat Berujung Penyesalan
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 00.15
4 Fakta Pulau Ceuta, Wilayah yang Direbutkan Spanyol dan Maroko
Berita terkait
PM Spanyol Tegaskan Tak Ada Bukti Maroko Dalangi Krisis Migran di Ceuta
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 05.22
Krisis Ceuta Reda, UE Bantu Pengamanan Perbatasan Spanyol
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 13.21
Negara di Ambang Krisis Baru, 50.000 Warga Gelar Aksi di Ibu Kota
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 14.35
Ratusan Migran Ilegal Kembali Coba Terobos Wilayah Ceuta Spanyol
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.14