Pertahanan Spanyol Jebol Diserbu 60.000 Migran, Ini 5 Faktanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sekitar 60.000 migran menyeberang dari Maroko ke Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, menyebabkan Pertahanan Spanyol jebol. Gelombang ini terjadi setelah Mahkamah Agung Spanyol memutuskan bahwa migran yang dihentikan di laut tidak dapat dikembalikan ke Maroko begitu saja. Perdana Menteri Pedro Sánchez menyalahkan geng penyelundup dan menyebut insiden ini sebagai pelanggaran integritas teritorial Spanyol. Italia menanggapi dengan menangguhkan pengaturan Schengen bebas perbatasan Uni Eropa dengan Spanyol.
Setidaknya 57 orang tewas selama gelombang tersebut. Hingga Jumat malam, lebih dari 48.000 orang telah secara sukarela kembali ke Maroko. Para saksi mata menggambarkan ribuan orang berpakaian basah memenuhi jalan-jalan dan alun-alun Ceuta, sementara banyak toko terpaksa tutup karena kebanjiran orang. Ceuta dan Melilla merupakan satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan Afrika, dan telah lama menjadi titik konflik diplomatik antara Spanyol dan Maroko.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 2 Agustus 2026 pukul 17.37
Tragedi Ceuta: 90 migran tewas saat menuju wilayah Spanyol dari Maroko
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 10.10
Spanyol Berang dengan Sikap Eropa Terkait Krisis Migran Ilegal di Ceuta
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 06.23
Update Chaos Serbuan Migran ke Spanyol: Nekat Berujung Penyesalan
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.35
Chaos! Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Turun-Korban Berjatuhan
Berita terkait
Ratusan Migran Ilegal Kembali Coba Terobos Wilayah Ceuta Spanyol
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.14
Krisis Ceuta Reda, UE Bantu Pengamanan Perbatasan Spanyol
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 13.21
4 Fakta Pulau Ceuta, Wilayah yang Direbutkan Spanyol dan Maroko
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 00.15
Ribuan Migran Terobos Wilayah Ceuta dari Maroko, Pemda Minta Status Darurat
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 00.02