Kurangi Upaya Negosiasi, Trump Pilih Tunggu Iran Bangkrut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump pada Minggu (9/8) mengakui pemerintahannya mengurangi upaya mencapai kesepakatan dengan Iran. Trump mengatakan negosiasi dilakukan "setengah hati" dan "secara lebih tenang serta tidak terlalu terbuka" dengan harapan tekanan ekonomi berdampak. Ia menyebut kondisi ekonomi Iran "sangat buruk" karena inflasi sangat tinggi dan negara itu tidak punya uang, serta siap meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran. Trump tidak menyampaikan ancaman militer baru.
Sebelumnya, Trump mengaku telah membatalkan serangan besar terhadap Iran dengan alasan kesepakatan damai yang membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri ambisi nuklir Iran sudah semakin dekat. Pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa Trump sempat cenderung melanjutkan aksi militer besar pada pekan lalu, tetapi kini lebih condong pada upaya de-eskalasi. Strategi AS kini menunggu Iran bangkrut daripada melanjutkan negosiasi terbuka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 08.21
Diminta Membayar, Trump Malah Tuntut Kompensasi Balik dari Iran
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 22.26
Trump Cabut Diam-diam dari Turki Usai Ancaman Iran Meninggi
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 18.14
6 Syarat Ini Diminta Iran dari Trump untuk Buka Selat Hormuz
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 17.56
Menlu Iran Sebut AS Mengemis untuk Lanjutkan Negosiasi
Berita terkait
Trump Ultimatum Iran: Ini Kesempatan Terakhir Sebelum 'Pemenggalan'!
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 10.20
Perang Apokaliptik Batal, Mengapa Trump Ingin Sekali Berunding dengan Iran?
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 01.10
Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh atas Selat Hormuz
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 09.44
Trump Yakin Bisa Segera Berdamai dengan Iran
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 17.32