Lansia Tak Punya HP Terindikasi Judol, Kemensos Turun Tangan Cek Data
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Sosial (Kemensos) tengah memantau data penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi terlibat judi online (judol). Menurut Menterri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), ada fenomena Kartu Tanda Penduduk (KTP) penerima bansos dimanfaatkan oleh pihak lain untuk membuat akun, membeli aset, atau berlangganan listrik. Hal ini menyebabkan keluarga yang sebenarnya membutuhkan bansos tidak mendapatkannya. Kemensos sedang melakukan verifikasi data untuk memastikan penerima bansos sesuai kriteria. Gus Ipul menegaskan bahwa bansos akan tetap disalurkan kepada warga yang memenuhi syarat setelah diverifikasi lapangan. Contoh kasus melibatkan seorang pasangan lansia di Pekalongan, Jawa Tengah, yang tidak lagi menerima bansos Rp600.000 setiap tiga bulan karena terindikasi terkait judol, padahal keduanya tidak memiliki telepon seluler dan termasuk dalam kelompok ekonomi paling tidak mampu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 2 September 2026 pukul 20.30
Gus Ipul: Kemensos Dalami Data Lansia di Pekalongan Terdampak Indikasi Judol
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 21.09
1,4 Juta Penerima Bansos Terseret Judol, Mensos Bongkar Dugaan Permainan KTP
kumparan · 2 September 2026 pukul 20.10
Gus Ipul Ajak Masyarakat Aktif Koreksi Data Penerima Bansos
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 18.00
Sinkronisasi data BKKBN dan BPS pemicu perubahan status desil bansos
Berita terkait
Lansia di Pekalongan Dicoret Bansos karena Diduga Judol, Padahal Tak Punya HP
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 14.08
1,49 Juta Penerima Bansos Bermain Judol, Lebih dari 1 Juta Masih Anak-anak
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 09.11
Gus Ipul Ajak Masyarakat Aktif Koreksi Data Penerima Bansos
Detik.com · 2 September 2026 pukul 18.42
Fenomena KTP Warga Tak Mampu Dicatut Judi Online, Gus Ipul: Bansos Tetap Kita Salurkan
JawaPos · 2 September 2026 pukul 18.00