Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Legislator dan Praktisi Sebut Kasus TPPO 4 Warga Jakut Hanya Puncak Gunung Es

Anggota DPR RI dan Ketua Umum PELITA 16 Ahmad Doli Kurnia Tandjung menilai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) masih menjadi ancaman serius. Ia mendorong pembentukan Posko Pengaduan untuk pencegahan dan pendampingan korban. Hal ini disampaikan dalam Diskusi Publik "Cegah Perdagangan Orang: Korban Mulai Berjatuhan" yang digelar PELITA 16 dalam rangka Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia dan HUT ke-5 PELITA 16 di Jakarta, Kamis (6/8). Diskusi menghadirkan Konsulat Jenderal Malaysia Aris Heru Utomo, Founder DNS Nawala M. Yamin El Rust, Advokat Ramdansyah Bakir, dan pemerhati sosial Radian Azhar.

Doli menekankan pentingnya edukasi dan literasi agar masyarakat tidak tergiur tawaran kerja luar negeri via jalur nonprosedural. Sindikat TPPO memanfaatkan kondisi ekonomi dengan menawarkan pekerjaan bergaji tinggi yang berujung eksploitasi. Ia menyoroti dugaan empat warga Semper Barat, Jakarta Utara, menjadi korban TPPO di Kamboja. Kasus ini dianggap hanya puncak gunung es dari permasalahan TPPO yang lebih luas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait