Legislator dan Praktisi Sebut Kasus TPPO 4 Warga Jakut Hanya Puncak Gunung Es
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota DPR RI dan Ketua Umum PELITA 16 Ahmad Doli Kurnia Tandjung menilai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) masih menjadi ancaman serius. Ia mendorong pembentukan Posko Pengaduan untuk pencegahan dan pendampingan korban. Hal ini disampaikan dalam Diskusi Publik "Cegah Perdagangan Orang: Korban Mulai Berjatuhan" yang digelar PELITA 16 dalam rangka Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia dan HUT ke-5 PELITA 16 di Jakarta, Kamis (6/8). Diskusi menghadirkan Konsulat Jenderal Malaysia Aris Heru Utomo, Founder DNS Nawala M. Yamin El Rust, Advokat Ramdansyah Bakir, dan pemerhati sosial Radian Azhar.
Doli menekankan pentingnya edukasi dan literasi agar masyarakat tidak tergiur tawaran kerja luar negeri via jalur nonprosedural. Sindikat TPPO memanfaatkan kondisi ekonomi dengan menawarkan pekerjaan bergaji tinggi yang berujung eksploitasi. Ia menyoroti dugaan empat warga Semper Barat, Jakarta Utara, menjadi korban TPPO di Kamboja. Kasus ini dianggap hanya puncak gunung es dari permasalahan TPPO yang lebih luas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 14.40
Perdagangan Orang Masih Mengancam, Posko Pengaduan TPPO Dinilai Perlu
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 01.47
Polda Metro Pulangkan 3 WNI Korban TPPO dari Libya, 2 Tersangka Ditahan
Berita terkait
Tangis Wulamsari Minta Pulang ke Medan, Diduga Jadi Korban TPPO di Madagaskar
kumparan · 30 September 2026 pukul 19.02
Anggota DPR Yulius Setiarto Dorong Harmonisasi Hukum dan Pengetatan Kontrak Kerja ABK
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 21.04
Marinus Gea Soroti Ketimpangan Pengawasan Orang Asing & Perlindungan WNI
Detik.com · 9 September 2026 pukul 15.31
Imigrasi Depok Ungkap Dugaan TPPO Berkedok Pengantin Pesanan ke Tiongkok
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 17.00