Lima Tahun Taliban, Partisipasi Kerja Perempuan Afghanistan Anjlok ke 5%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Proporsi perempuan di pasar kerja Afghanistan anjlok menjadi 5,1% pada 2026, menjadi salah satu terendah di dunia, menurut laporan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO). Penurunan ini terjadi lima tahun setelah Taliban kembali berkuasa pada Agustus 2021, menggantikan pemerintahan yang memberikan perempuan akses lebih luas ke pendidikan dan lapangan kerja. ILO mendesak langkah-langkah untuk mengatasi pengucilan terhadap perempuan, yang juga dianggap penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Pasar kerja Afghanistan masih belum pulih sepenuhnya dari krisis 2021, yang bertepatan dengan penarikan pasukan AS dan NATO serta pandemi COVID-19. Pada periode itu, PDB negara anjlok sekitar 15%, dan meskipun jumlah lapangan kerja mulai pulih, pertumbuhan tidak cukup cepat untuk mengimbangi pertambahan penduduk. Akibatnya, proporsi penduduk yang bekerja stagnan di bawah satu pertiga dari total populasi.
Laporan ILO juga menyoroti kembalinya lebih dari 6 juta warga Afghanistan dari Iran dan Pakistan antara 2023 hingga Mei 2026, yang dipengaruhi oleh faktor kebijakan, ekonomi, dan keamanan. Kepulangan ini diperkirakan memotong pengaruh remitansi dari 4% PDB pada 2020 menjadi sekitar 2% pada 2025. Di samping itu, inflasi tajam dari kurang dari 1% pada Mei 2025 ke sekitar 8% pada Mei 2026 memberi dampak besar pada rumah tangga miskin dan pekerja informal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 05.05
Lima Tahun yang Dunia Pilih Bungkam
Berita terkait
Sinyal Bahaya Ekonomi AS: Pekerjaan Hilang, Warga Terjebak
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 10.29
Sisa 3 Bulan, BI Rate Naik Ikuti The Fed? Ini Bocoran dari Thamrin
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 18.25
Beras Premium 5 Kg Masih Langka di Pasaran, Bapanas Ungkap Penyebabnya
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 17.45
Popularitas Macron Menurun, Mogok Massal Lumpuhkan Prancis
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 17.20