Marak OTT Kepala Daerah, Golkar Singgung Ongkos Politik Mahal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314667/original/024592600_1785758350-67900.jpg)
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menyoroti maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai dampak lemahnya pendidikan politik di internal partai. Dalam acara Training of Trainers (TOT) Akademi Partai Golkar Tahun 2026 di Aula Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Senin (3/8), Sarmuji menegaskan bahwa partai memiliki kewajiban melakukan rekrutmen kader yang berintegritas, memiliki kapasitas, dan kemampuan profesional. Partai juga harus terus membina serta mengawasi kader setelah mereka menjabat sebagai pejabat publik.
Selain masalah pendidikan politik, Sarmuji menyoroti mahalnya ongkos politik sebagai akar masalah yang belum mendapatkan solusi tepat. Ia mendesak agar persoalan ini menjadi perhatian dalam pembahasan undang-undang politik, terutama Undang-Undang Pilkada. Sarmuji menekankan bahwa partai politik tidak hanya bertugas mencetak kader untuk menduduki jabatan publik, tetapi juga bertanggung jawab memagari mereka agar tetap dalam koridor yang benar saat menjalankan tugas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 01.30
Terkuak! Menhut Belum Kembalikan Seluruh Uang Suhardiman Amby
JPNN.com · 5 Agustus 2026 pukul 17.45
KPK Temukan Dolar Sebanyak Ini di Ruang Kepala Kantor Imigrasi Jaksel
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 16.11
Disita KPK, Ini Penampakan Mobil yang Digunakan Bupati Pemalang Saat Kena OTT
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 14.46
KPK Temukan Sin$ 8.500 di Ruang Kepala Kantor Imigrasi Jaksel
Berita terkait
Marak OTT Kepala Daerah, Golkar Soalkan Biaya Mahal di Sistem Sekarang
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 12.58
Marak OTT Kepala Daerah, Golkar Persoalkan Biaya Mahal di Sistem Sekarang
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 12.58
Mendagri Sudah Lapor Prabowo soal Marak Kepala Daerah Terjaring OTT
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 17.01
Beda Pilihan Saat Pilkada, Tenaga Outsourcing Diduga Dicopot atas Perintah Eks Bupati Fadia
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 11.30