Marak OTT Kepala Daerah, Golkar Persoalkan Biaya Mahal di Sistem Sekarang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menanggapi usulan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar partai politik memberikan pelatihan kepada kader karena maraknya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Sarmuji menyoroti biaya politik yang mahal dalam sistem pemilu saat ini sebagai akar masalah korupsi kepala daerah, dan menekankan bahwa jika biaya politik tidak diatasi, kasus OTT akan terus terulang.
Tito Karnavian menyarankan agar partai memperkuat sekolah partai dan melatih calon kepala daerah sebelum diusung dalam Pilkada, mencakup tata kelola pemerintahan, birokrasi, dan pengelolaan keuangan daerah. Ia juga menyebut kemungkinan revisi Undang-Undang Pilkada, termasuk opsi pemilihan melalui DPRD sesuai konstitusi, dan menawarkan bantuan dari kementerian atau KPK untuk pelatihan.
Sarmuji mengusulkan agar perubahan diatur dalam pembahasan RUU Pilkada, sementara Tito menjelaskan bahwa pemerintah hanya bisa membina kepala daerah yang terpilih melalui pilkada, berbeda dengan pejabat yang ditunjuk langsung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 16.28
Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Komisi II Ungkit Pilkada Berbiaya Tinggi
Berita terkait
Marak OTT Kepala Daerah, Golkar Soalkan Biaya Mahal di Sistem Sekarang
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 12.58
Marak OTT Kepala Daerah, Golkar Singgung Ongkos Politik Mahal
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 02.03
Vonis Ringan Koruptor dan Parpol Permisif Buat Korupsi Terus Berulang
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.29
Biaya Politik Tinggi Jadikan Kepala Daerah Terpilih Bak Wayang Bagi Donatur
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 21.32