Masalah LTJ Tuntas! 100 Kapal Nikel Cs Kembali Berlayar Ekspor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kantor Staf Kepresideni (KSP) resmi melepas kegiatan ekspor komoditas mineral pasca permasalahan hambatan kandungan logam tanah jarang (LTJ). Pelepasan dilakukan untuk ekspor Alumina Hidroksida dan Alumina Oksida dari Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat. Kepala KSP Dudung Abdurachman menyatakan bahwa 100 kapal ekspor kembali beroperasi, membawa sekitar 400.000 ton komoditas mineral dengan nilai ekspor US$124 juta atau Rp2,2 triliun. Kegiatan ini menandakan selesainya hambatan ekspor akibat perbedaan interpretasi ketentuan LTJ.
Dukungan koordinasi lintas kementerian dan lembaga membuat ekspor kembali berjalan. Nilai ekonomi sebesar Rp2,2 triliun ini diharapkan mendorong kembali aktivitas produksi dan pekerjaan bagi ribuan pekerja di sektor pertambangan, pengangkutan, pelabuhan, pelayaran, dan usaha pendukung lainnya.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 tahun 2026 untuk menciptakan standar verifikasi yang seragam bagi surveyor dan otoritas Bea Cukai. Revisi ini bertujuan mengatasi masalah interpretasi LTJ yang menjadi logam tanah jarang sebagai unsur alami dalam produk utama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 21.30
RI Lepas 100 Kapal Ekspor Mineral Senilai Rp 2,2 Triliun
Berita terkait
100 Kapal Nikel Cs Sudah Resmi Ekspor, Rp2,2 Triliun Terselamatkan
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 14.25
Keran Ekspor Nikel Cs Dibuka Lagi, Ini Reaksi Pengusaha
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 16.15
Video: Jurus KSP Amankan Potensi 350 Juta Ton Logam Tanah Jarang RI
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 14.01
KSP & Bahlil Buka Suara soal Ekspor 'Harta Karun' RI
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 07.25