Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Membangun Angkatan Laut Modern: Era Globalization 2.0 dan Economic Warfare

Artikel ini membahas pergeseran paradigma strategi angkatan laut global dari pendekatan tradisional Sea Control ala Alfred Thayer Mahan menjadi strategi asimetris modern seperti Sea Denial dan Anti-Access/Area Denial (A2/AD). Konflik Iran melawan AS dan Israel membuktikan bahwa dominasi kekuatan konvensional dapat dipatahkan oleh doktrin maritim yang efektif dan biaya rendah, dengan fokus pada cost-asymmetry dan deterrence strategis. Era Globalization 2.0, ditandai fragmentasi ekonomi, perang dagang, dan kerentanan rantai pasok global, memperkuat perlunya pendekatan ini.

Bagi Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, pergeseran ini merupakan panggilan sejarah mendesak. Indonesia harus mengadopsi transformasi doktrinal dengan mengoptimalkan strategi Sea Denial untuk perairan teritorial, memanfaatkan chokepoints strategis, serta merevitalisasi pendekatan seperti Jeune École modern melalui teknologi nirawak, armada cepat berdaya hancur tinggi, dan pertahanan pesisir terintegrasi.

Transformasi ini penting untuk melindungi kedaulatan nasional dan kekayaan ekonomi dari ancaman economic warfare, di mana sanksi dan gangguan logistik menjadi senjata. Dengan membangun postur angkatan laut yang adaptif, berbasis teknologi, dan berakar pada doktrin pertahanan rakyat semesta, Indonesia dapat menjaga martabat bangsa dan kedaulatan ekonomi di kancah global abad ke-21.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait