Membangun Angkatan Laut Modern: Era Globalization 2.0 dan Economic Warfare
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini membahas pergeseran paradigma strategi angkatan laut global dari pendekatan tradisional Sea Control ala Alfred Thayer Mahan menjadi strategi asimetris modern seperti Sea Denial dan Anti-Access/Area Denial (A2/AD). Konflik Iran melawan AS dan Israel membuktikan bahwa dominasi kekuatan konvensional dapat dipatahkan oleh doktrin maritim yang efektif dan biaya rendah, dengan fokus pada cost-asymmetry dan deterrence strategis. Era Globalization 2.0, ditandai fragmentasi ekonomi, perang dagang, dan kerentanan rantai pasok global, memperkuat perlunya pendekatan ini.
Bagi Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, pergeseran ini merupakan panggilan sejarah mendesak. Indonesia harus mengadopsi transformasi doktrinal dengan mengoptimalkan strategi Sea Denial untuk perairan teritorial, memanfaatkan chokepoints strategis, serta merevitalisasi pendekatan seperti Jeune École modern melalui teknologi nirawak, armada cepat berdaya hancur tinggi, dan pertahanan pesisir terintegrasi.
Transformasi ini penting untuk melindungi kedaulatan nasional dan kekayaan ekonomi dari ancaman economic warfare, di mana sanksi dan gangguan logistik menjadi senjata. Dengan membangun postur angkatan laut yang adaptif, berbasis teknologi, dan berakar pada doktrin pertahanan rakyat semesta, Indonesia dapat menjaga martabat bangsa dan kedaulatan ekonomi di kancah global abad ke-21.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 22.00
Lautan 'Nadi' Dunia Diblokir Perang: Selat Hormuz Tutup-Panama Panas
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.52
Prabowo: Situasi Geopolitik Sudah Sangat Rawan, Perang di Mana-Mana
Berita terkait
AEI: Geopolitik Global hingga El Nino Jadi Tantangan Pasar Modal Indonesia
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 11.48
Harga Emas Dunia Tembus Level Tertinggi Sejak Juni
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 07.20
IHSG Dibuka Menguat 0,54% Balik Lagi ke Level 6.200
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.04
DBS Insights Forum Ungkap Peluang Investasi di Tengah Rivalitas Global
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 17.44