Pasokan Minyak Saudi Terancam Habis akibat Serangan Jalur Pipa Utama
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi terancam kehabisan stok minyak ekspor dalam lima hingga tujuh hari akibat serangan drone yang melumpuhkan East-West Pipeline (Petroline). Jalur pipa kritis sepanjang 750 mil ini mengalirkan empat juta barel minyak per hari ke pelabuhan Yanbu untuk menghindari Selat Hormuz. Jika tetap lumpuh, dunia berisiko kehilangan 4% pasokan minyak global dengan estimasi perbaikan memakan waktu lima hingga enam minggu.
Krisis ini memperburuk pasar minyak global yang sudah ketat, memicu lonjakan harga minyak Brent hingga US$105 per barel dan harga diesel di AS naik 63% menjadi US$6 per galon. Dampak ekonomi meluas hingga menyebabkan pelemahan IHSG dan Rupiah (Rp17.611 per dolar AS). IEA memproyeksikan pemulihan penuh pasokan minyak Timur Tengah baru akan terjadi pada tahun 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 04.40
3 Alasan Negara-negara Arab Mulai Ketakutan dengan Permainan Ganda Iran dengan Proksinya
JawaPos · 14 September 2026 pukul 08.17
Serangan Di Teluk dan Jalur Pipa Arab Saudi Buat Harga Minyak Brent Naik
Berita terkait
Drone Irak Serbu Pipa Arab Saudi, Harga Minyak Bisa Naik Tinggi
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 16.30
Harga Minyak Dunia Melejit, Harga BBM Pertamax Diramal Bisa Rp20.000
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.40
Analisis Pasar Valas September 2026: Risiko Suku Bunga dan Geopolitik Global
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.01
IHSG Sesi I Tertekan 0,58% ke Level 6.647
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 12.53