Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Membedah Pakta Makkah 2026, Komodifikasi Agama, dan Berakhirnya Era Pax Americana

Pada 7 Agustus 2026, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah di bawah bayang-bayang Ka'bah. Pakta ini menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Di balik kesepakatan ini, terdapat lapisan geopolitik yang melibatkan kepanikan eksistensial, pergeseran hegemoni, dan komodifikasi agama untuk mengamankan kekuasaan rezim. Arab Saudi menggunakan Pakistan sebagai "payung nuklir sewaan" karena tidak dapat mengandalkan AS atau Israel untuk dukungan nuklir mandiri. Lokasi penandatanganan di Makkah juga berfungsi sebagai taktik branding teologis untuk memberi legitimasi agama pada aliansi ini.

Pakta ini juga mencerminkan kegagalan kebijakan luar negeri Barat, terutama AS yang sejak 1980 menjadi penjamin keamanan di Teluk Persia namun kini mengalihkan fokusnya ke Asia Pasifik. Posisi Turki sebagai anggota NATO menciptakan paradoks berisiko tinggi, karena jika terlibat perang di Timur Tengah, komando NATO bisa terseret ke dalam konflik tersebut. AS, Israel, dan Iran memiliki kepentingan tidak tertulis yang sama untuk melemahkan aliansi ini melalui cekikan ekonomi, serangan tidak langsung, dan operasi intelijen.

Di sisi internal, Arab Saudi sedang melakukan reformasi radikal di bawah Visi 2030, termasuk pelonggaran kebijakan sosial yang konservatif dan penggunaan "Sangkar Besi" untuk menekan oposisi. Ini merupakan upaya untuk menghindari kebangkrutan ekonomi di era pasca-minyak dengan mengganti legitimasi teologis dengan legitimasi ekonomi. Namun, komodifikasi agama dan budaya ini berisiko menciptakan ketegangan jangka panjang yang dapat mengancam stabilitas rezim itu sendiri.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait