Menag Sebut Orang Ngaku Kiai tapi Sanad Ilmu Tak Jelas: Kita Tertibkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan pemerintah akan menertibkan pesantren yang tidak memenuhi ketentuan serta orang yang mengklaim diri sebagai kiai tanpa sanad ilmu yang jelas. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kekerasan dan penyimpangan di lingkungan pesantren. Nasaruddin menjelaskan bahwa evaluasi pengelolaan pesantren dan penguatan peran Majelis Masyayikh menjadi kunci dalam upaya ini. Majelis Masyayikh yang baru dibentuk akan memberikan pengawasan dan arahan dalam pengelolaan pesantren agar tidak terjadi kasus-kasus negatif yang pernah viral sebelumnya. Selain itu, Kementerian Agama juga akan menertibkan lembaga yang mengklaim diri sebagai pesantren tetapi tidak memiliki unsur pokok pesantren sebagaimana arkanul ma'had. Banyak penyimpangan ditemukan di mana kelompok tertentu memasang nama pondok pesantren tanpa memenuhi kriteria sebenarnya, bahkan menggunakan nama kiai yang tidak jelas sanad keilmuannya. Untuk mendukung pembenahan ini, Kemenag telah menyiapkan roadmap pembenahan dan pengembangan pesantren dengan rencana jangka pendek, menengah, dan panjang. Dengan kehadiran Direktorat Jenderal Pondok Pesantren, diharapkan pesantren dapat terus diperkuat sebagai lembaga pendidikan dan kekayaan budaya bangsa.
Bagikan
Berita terkait
Kemenag Soroti Masalah Sanitasi Pesantren, Jadi Fokus Perbaikan di 2027
kumparan · 22 September 2026 pukul 22.18
Kemenag Buka Peluang Produk Pesantren Dipasarkan di Kopdes Merah Putih
kumparan · 22 September 2026 pukul 20.31
Aturan Baru Kemenag: Guru-Santri Dilarang Main Handphone di Pesantren
CNN Indonesia · 20 September 2026 pukul 16.45
Pemerintah Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Program Pesantren Nyaman Belajar 2026
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 13.32