Mengapa Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Mahal? Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Premi asuransi mobil listrik (EV) di Indonesia cenderung lebih mahal dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal (ICE) karena beberapa faktor. Baterai menjadi komponen termahal, berkontribusi 40-60% dari total harga kendaraan, sehingga kerusakan sering mengharuskan penggantian penuh. Selain it, arsitektur EV yang berbeda membutuhkan perbaikan khusus, serta ketersediaan suku cadang yang masih terbatas meningkatkan biaya perbaikan. Teknisi yang menangani sistem tegangan tinggi juga memerlukan sertifikasi khusah dan peralatan, yang belum banyak tersedia di bengkel konvensional. Fitur ADAS canggih pada EV seperti sensor dan kamera juga rawan rusak dan membutuhkan kalibrasi ulang yang mahal. Akhirnya, data statistik risiko EV yang masih terbatas membuat perusahaan asuransi menetapkan premi yang lebih tinggi untuk menjaga stabilitas dana.
Bagikan
Berita terkait
Komponen Vital Mobil Listrik yang Wajib Dirawat agar Awet
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 23.20
Produsen asal China Bangun Pabrik Mobil di AS, Trump Sudah Bilang OK!
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 13.00
Industri Otomotif Eropa Terancam Banjir Mobil dan Komponen China
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 19.30
Raksasa Otomotif "Korban China" Bakar Rp334 T Demi PHK 60.000 Karyawan
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.00