Iran Temukan 7,50 Triliun Kaki Kubik Gas Alam di Tengah Perang Melawan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran berhasil menemukan cadangan gas alam sebesar 212,4 miliar meter kubik (7,50 triliun kaki kubik) di wilayah selatan provinsi Fars, sebagaimana diumumkan Menteri Perminyakan Mohsen Paknejad. Temuan ini dilakukan di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat. Gas yang ditemukan diklasifikasikan sebagai gas alam 'sweet' dengan kandungan hidrogen sulfida yang sangat rendah, sehingga diperkirakan biaya operasional dan pengembangan lebih hemat. Berdasarkan perkiraan recovery ratio, sekitar 161,41 miliar meter kubik gas dapat diekstraksi secara teknis dari ladang tersebut. Sebelum kondisi perang dan sanksi mempengaruhi produksinya, Iran mampu memproduksi sekitar 650 juta meter kubik gas per hari, atau sekitar 240 miliar meter kubik per tahun. Temuan cadangan baru ini diharapkan dapat mendukung upaya energi Iran dalam jangka panjang, meskipun kondisi geopolitik yang tidak menententukan dapat memengaruhi pelaksanaan proyek pengembangan ladang gas tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 08.45
Harga Minyak Mentah Melemah Senin Pagi, Investor Aksi Ambil Untung Jelang Sanksi AS ke Iran
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 06.45
Iran Tepis Ancaman Sanksi Baru AS Sebagai Keputusasaan
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.09
AS Ancam Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah, Iran Beri Jawaban Menohok
VOI · 23 Agustus 2026 pukul 23.00
Presiden Iran Bela Memorandum dengan AS, Sebut Jalan Terbaik Keluar dari Kebuntuan Perang
Berita terkait
Iran Sindir Keras AS: Koar-koar Ancam Eskalasi tapi Tuntut Negosiasi
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 12.50
Harga Minyak Terbang Usai Menteri Keuangan AS Ancam Iran
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 08.20
Bukan Karena Ekonomi, Ini Kata Megawati Soal AS Masih Belum Mampu Kalahkan Iran
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 13.33
Gencatan Senjata Berakhir, Iran Isyaratkan Siap Hadapi Invasi Darat AS
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 10.57