Mengintip Takdir Akhir Matahari Melalui Daur Ulang Bintang Mati di Nebula Helix
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para astronom berhasil mengamati momen langka ketika material dari bintang mati di Nebula Helix hancur dan terserap kembali ke medium antarbintang. Nebula Helix berjarak sekitar 650 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Aquarius. Penemuan ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana Matahari kita akan berakhir dalam sekitar lima miliar tahun ke depan.
Tim penelitian yang dipimpin oleh Pieter van Dokkum dari Yale University menggunakan instrumen MOTHRA di Observatorium El Sauce, Chile, secara tidak sengaja saat kalibrasi. Mereka menemukan 22 gumpalan gas berbentuk busur atau bow shocks di halo luar nebula, yang terbentuk dari material yang terlontar menabrak gas antarbintang. Gumpalan ini diperkirakan hanya bertahan sekitar 10.000 tahun sebelum hancur total dan menjadi bahan baku untuk pembentukan bintang baru.
Fenomena daur ulang kosmik ini menunjukkan bahwa elemen yang membentuk Bumi dan kehidupan pada akhirnya akan dikembalikan ke galaksi. Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Nature pada 12 Agustus dan memperkuat teori tentang siklus kehidupan bintang, termasuk takdir akhir Matahari.
Bagikan
Berita terkait
Rencana Gila Ilmuwan Agar Bumi Terhindar dari Kiamat
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 11.15
Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 07.15
Potret Tertajam Matahari Pecahkan Misteri Puluhan Tahun
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 11.15
Fenomena Aliran Gas Kosmik Raksasa yang Memiringkan Orbit Planet di Konstelasi Orion
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.15