Menhut Minta Tetap Waspada Kebakaran Hutan Meski Titik Panas Menurun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341423/original/035990600_1788614544-IMG_20260905_091832_8.jpg)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan tren titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam wilayah prioritas Kalimantan dan Sumatera mulai menurun pada September 2026. Data satelit High Confidence Level hingga 4 September 2026 mencatat 14.665 titik panas terdeteksi. Lonjangan tertinggi terjadi pada 29 Agustus 2026 dengan 1.116 titik panas di Kalimantan Tengah dan 899 titik di Kalimantan Barat. Penurunan signifikan terlihat di Kalbar dari 859 titik (1 September) menjadi 126 titik (4 September), sementara Kalteng menurun dari 623 menjadi 252 titik. Namun, Sumatera Selatan mencatat peningkatan kontinu dari 89 titik menjadi 249 titik pada 4 September 2026. Menurut Raja Juli, waspada tetap diperlukan mengingat proyeksi kekeringan ekstrem El Nino yang diprediksi puncaknya pada November–Desember 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 20.45
Media Asing Sorot Kebakaran Hutan RI, Asap Sudah Sampai Filipina
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 17.05
Karhutla Meluas, BMKG Peringatkan Bakal Merembet ke Wilayah Jawa
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 22.09
WALHI Kalbar Desak Pemerintah Tindak Tegas 51 Perusahaan Terindikasi Karhutla
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 20.01
Karhutla Meluas, Ketua DPR: Penanganan Harus Satu Kendali
Berita terkait
Kemenhut Kerahkan 299 Manggala Agni, Selidiki Kebakaran 25 Ha di Konsesi Muba
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 14.49
31 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, Kapolda Perintahkan Mitigasi
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 00.04
Kemenhut Segel Area Kebakaran Hutan di Sumsel, Peringatkan Pemegang Konsesi
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 14.40
Bareskrim Ungkap Motif Pembakaran Hutan
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 10.12