Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menilik Ramai-ramai Pembagian Desil DTSEN

Badan Pusat Statistik (BPS) mengadakan survei Data Tunggal Sosial Ekonomi nasional (DTSEN) untuk pemutakhiran tingkat ekonomi warga Indonesia. Hasil sensus digunakan sebagai acuan pemerintah dalam menentukan penerima bansos dan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. Namun, hasil survei mendapat kecamakan karena dianggap tidak akurat. Di Yogyakarta, penarik bentor terpaksa mengajukan keringanan biaya kuliah anaknya usai terdaftar di desil 9, harus bayar Rp 15 juta untuk Universitas Negeri Yogyakarta. Di Mataram, NTB, warga mengajukan protes karena tercatat dalam desil 10 meski hidup pas-pasan di kontrakan. Pemerintah menyatakan akan memperhatikan keluhan dan melakukan perbaikan. Menteri Keuangan siapkan dana Rp 7 triliun untuk perbaikan DTSEN. Separuh dari kasus serupa membuat pemerintah membuka ruang koreksi. Di Jawa Timur, jalur pendakian Gunung Semeru ditutup total karena terdapat titik kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang. Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) menyebabkan lebih dari 3 juta warga di 37 kabupaten/kota terpapar kabut asap, dengan lonjakan kasus ISPA hingga 78,1 persen di Kalimantan Tengah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait