Menjaga Optimisme di Tengah Risiko Geopolitik dan Geoekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perekonomian Indonesia tumbuh stabil dengan rata-rata 5,12% per tahun dari 2022 hingga 2025, didukung kinerja perbankan yang positif, termasuk pertumbuhan kredit rata-rata 10,48% dan peningkatan dana pihak ketiga (DPK). Namun, tantangan signifikan muncul dari risiko geopolitik global, seperti konflik AS-Iran yang mengganggu Selat Hormuz dan perang tarif AS dengan tarif 10% terhadap produk Indonesia. Di dalam negeri, terjadi pelemahan ekonomi yang ditandai gelombang PHK masif, dengan data Kemenaker mencatat 88.519 orang terkena PHK pada 2025 dan 43.000 pada semester pertama 2026. Pertumbuhan ekonomi di atas 5% tidak diikuti penciptaan lapangan kerja memadai, atau jobless growth, sementara efisiensi investasi masih rendah dengan ICOR Indonesia sekitar 5,8-6,5, lebih tinggi dari sebagian negara ASEAN. Untuk menghadapi tekanan ini, Bank Indonesia (BI) melonggarkan kebijakan makroprudensial, termasuk memperbesar insentif likuiditas, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) fokus pada penguatan ketahanan sektor keuangan. Pemerintah juga menyediakan paket stimulus Rp26,34 triliun pada semester kedua 2026 guna memperkuat daya beli dan menjaga stabilitas ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 12.00
Membaca Deflasi, Menakar Respons BI
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 09.03
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.875
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 11.40
Media Asing Sorot Calon Bos BI Destry Damayanti, Sebut Ini
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.10
Airlangga, Purbaya dan OJK-LPS Tanggapi Calon Bos BI Destry Damayanti
Berita terkait
Strong Dollar Menghantam Rupiah, Apa yang Harus Dilakukan RI?
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 07.22
Gubernur BI: Ekonomi Indonesia Tergerus 0,1% Tiap Suku Bunga Naik 25 Bps
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 19.12
BI-Rate Ditahan di 5,75% Dinilai Tepat, Jaga Penyaluran Kredit hingga Rupiah
kumparan · 28 September 2026 pukul 15.19
PHK dan Matinya Daya Tahan Sektor Riil
Detik.com · 27 September 2026 pukul 16.28