Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil, Kredit Perbankan Tumbuh 12,67%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tekanan inflasi. Inflasi domestik turun menjadi 2,88% (yoy) pada Juli 2026, meringankan tekanan harga, sementara pasar keuangan global bergerak mixed akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang memadai membantu menjaga ketahanan sektor keuangan domestik.

Intermediasi perbankan menguat, dengan pertumbuhan kredit melonjak menjadi 12,67% (yoy) pada Juni 2026, mencapai Rp9.081 triliun dari Rp9.081 triliun pada Mei 2026 (11,51% yoy). Kredit investasi memimpin pertumbuhan (24,9% yoy), diikuti oleh kredit modal kerja (8,94% yoy) dan kredit konsumsi (5,75% yoy). Kredit korporasi tumbuh tercepat (20,45% yoy), sementara kredit UMKM terus meningkat (1,05% yoy). Kredit bank BUMN naik 16,54% yoy. Produk Buy Now Pay Later (BNPL) mencapai saldo Rp30,7 triliun dengan 32,77 juta rekening, tumbuh 33,54% yoy.

Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 10,21% yoy menjadi Rp10.282 triliun, meskipun pertumbuhan kredit melebihi DPK sehingga rasio likuiditas sedikit menurun. Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan AL/DPK tetap di atas ambang batas (101,92% dan 23,08%), dengan Liquidity Coverage Ratio 182,75%. Kualitas kredit membaik: gross NPL turun menjadi 2,09%, net NPL 0,82%, dan ROA naik menjadi 2,47%. Capital Adequacy Ratio tetap kuat di 23,70%.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait