Mentan Ajak Pemuda Kawal Dugaan Mafia Beras, Klaim Rakyat Rugi Rp71 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak organisasi kepemudaan, pelajar, dan mahasiswa untuk mengawal pengusutan dugaan mafia beras fortifikasi. Ia mengklaim praktik ini telah merugikan masyarakat hingga sekitar Rp71 triliun, berdasarkan selisih harga beras medium sekitar Rp10.000 per kilogram yang dijual sebagai beras fortifikasi dengan harga Rp42.000 tanpa nilai tambah yang memadai.
Beras fortifikasi seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mencegah stunting melalui penambahan vitamin dan mineral. Namun, ditemukan indikasi beras fortifikasi dipasarkan dengan harga tinggi yang bertentangan dengan tujuan awal program. Selain itu, ada beras premium yang tidak memenuhi standar mutu tetapi dijual dengan harga premium, berpotensi menimbulkan kerugian hingga Rp98 triliun.
Pemerintah telah memperluas pengawasan dengan melibatkan Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan Polri, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum. Sampel beras diambil dari berbagai daerah untuk diuji mutu, kandungan gizi, legalitas, dan kewajaran harga. Satgas Pangan telah menetapkan 39 tersangka dari 38 kasus terkait penyimpangan di sektor perberasan, dengan proses hukum sedang berjalan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 11.54
Mentan dan Organisasi Pemuda Sepakat "Gebuk" Pelaku Beras Fortifikasi
Berita terkait
Mentan Ungkap Penyebab Beras Premium Langka karena Dikemas Jadi Fortifikasi
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 11.19
Amran: Untung Rp 2 T Perusahaan Bukan Bisnis, tapi Rampas Hak Rakyat
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 10.21
Ini Biang Kerok Kenaikan Harga Beras
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 07.08
Amran Bongkar Modus Mafia Beras, Tipu-Tipu Barang Subsidi
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 18.30