Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mentan dan Organisasi Pemuda Sepakat "Gebuk" Pelaku Beras Fortifikasi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak ratusan perwakilan organisasi pemuda, pelajar, dan mahasiswa dari berbagai daerah untuk bersama-sama mengawal pemberantasan dugaan penyimpangan program beras fortifikasi. Dalam dialog di Jakarta, Mentan menekankan peran penting generasi muda dalam menjaga tata kelola pangan dan mendukung penegakan hukum terhadap pihak yang menyalahgunakan program ini. Para peserta menyatakan siap mendukung langkah pemerintah dalam hal ini.

Disebutkan bahwa beras fortifikasi, yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin guna mencegah stunting dengan harga terjangkau, diduga dijual dengan harga Rp42.000 per kilogram, jauh di atas harga normal sekitar Rp10.000. Praktik ini berpotensi merugikan masyarakat hingga sekitar Rp71 triliun. Selain itu, ditemukan juga dugaan beras premium yang tidak memenuhi standar mutu tetapi dipasarkan dengan harga tinggi, dengan potensi kerugian masyarakat mencapai sekitar Rp98 triliun.

Hingga kini, Satgas Pangan telah menetapkan 39 tersangka dari 38 kasus terkait dugaan penyimpangan di sektor perberasan. Pemerintah, bersama Badan Pangan Nasional dan aparat penegak hukum, terus memperluas pengawasan dan memastikan proses hukum berjalan. Dukungan dari berbagai organisasi pemuda dan mahasiswa menjadi bentuk sinergi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait