Mentan Amran Tegaskan Beras Fortifikasi Palsu tak Boleh Lagi Beredar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan menindak tegas pelaku yang terbukti menjual beras fortifikasi palsu, termasuk dengan pencabutan izin dan larangan memasarkan beras di Indonesia. Langkah ini disampaikan usai rapat kerja dengan anggota Komisi IV DPR RI dan merupakan bagian dari penguatan pengawasan tata niaga beras untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang aman. Amran memerintahkan Sestama Deputi yang baru dilantik untuk membuka operasi dan menindak pelanggar yang ditemukan.
Anggota Komisi IV DPR RI Endang S. Thohari mendukung langkah ini dan menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap produk beras fortifikasi karena ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan asupan gizi tambahan. Hasil analisis menunjukkan beberapa perusahaan diduga memalsukan kualitas beras fortifikasi, yang sangat disayangkan karena masyarakat mengharapkan produk ini mengandung vitamin, antioksidan, dan nutrisi untuk ibu hamil serta anak stunting.
Selain pengawasan terhadap beras fortifikasi, pemerintah juga memantau distribusi dan harga beras premium. Amran memastikan ketersediaan beras premium di pasaran tetap aman dan meminta Perum Bulog mengoptimalkan penyaluran ke toko retail dan jaringan modern karena stok yang tersedia masih melimpah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 September 2026 pukul 13.35
Izin Usaha Produsen Beras Fortifikasi yang Tak Penuhi Syarat Bisa Dicabut
Berita terkait
Hasil Belum Dirilis, Amran Beberkan Update Uji Lab Beras Fortifikasi
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.38
Mentan Ungkap Aksi Culas Bisnis Beras, Masyarakat Rugi Rp 89 Triliun
Detik.com · 1 September 2026 pukul 20.23
Bulog Jaga Stok Ritel Antisipasi 40 Merek Beras Fortifikasi Ditarik
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.11
Antisipasi 40 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Sidak Stok Ritel
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.11