Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Militer Jepang Beradaptasi dengan Perang Gaya Baru, dari Drone Tempur hingga AI

Jepang sedang beradaptasi dengan metode peperangan baru yang melibatkan drone dan kecerdasan buatan (AI), terutama setelah penggunaan tersebut terlihat jelas di Ukraina dan Timur Tengah. Pemerintah Jepang telah meningkatkan pengeluaran militer dan mulai mengadopsi rudal jelajah jarak jauh sebagai bagian dari strategi pencegahan terhadap aktivitas militer Tiongkok, yang diidentifikasi sebagai tantangan strategis terbesar dalam dokumen pertahanan sepanjang 598 halaman yang baru saja disetujui Kabinet.

Dokumen pertahanan tersebut menekankan pentingnya kecepatan dalam implementasi teknologi baru. Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi menyatakan bahwa "kecepatan adalah kunci" dalam pengembangan dan penerapan sistem pertahanan modern. Jepang fokus pada pengembangan drone tempur buatan untuk pertahanan pantai, yang akan dikombinasikan dengan rudal jarak jauh untuk meningkatkan kemampuan respons cepat.

Badan Akuisisi, Teknologi, dan Logistik Jepang telah memilih empat produsen drone dari 38 pelamar untuk program pengembangan cepat. Mereka akan melakukan pengujian dengan Angkatan Laut Jepang pada awal Agustus sebelum proses seleksi akhir. Beberapa perusahaan Jepang seperti Toshiba juga aktif mengembangkan drone tempur, termasuk melalui kolaborasi dengan perusahaan rintisan Pro Drone.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait