Miris, Baru 64 Persen Tenaga Kesehatan yang Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hingga Agustus 2026, hanya 64 persen dari total 969.000 tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Artinya, sekitar 35 persen atau 300.000 nakes belum dilindungi oleh program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) maupun Jaminan Kematian (JKM).
Deputi Pengawasan dan Pemeriksaan BPJS Ketenagakerjaan, Eko Yuyulianda, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama rendahnya kepesertaan ini adalah variasi hubungan kerja yang masih ambigu. Nakes yang bekerja sebagai karyawan tetap kebijakannya ditanggung oleh pemberi kerja, namun bagi nakes yang bersifat mandiri atau dianggap sebagai mitra, kepesertaan bersifat sukarela sehingga membutuhkan edukasi lebih lanjut.
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya, menekankan pentingnya perlindungan ganda bagi nakes yang berpraktik di lebih dari satu instansi. Jika seorang dokter bertugas di tiga rumah sakit berbeda, maka ia seharusnya memiliki kepesertaan JKK dan JKM di ketiga tempat tersebut agar klaim dapat disesuaikan dengan lokasi kejadian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 23.29
Perkuat Proteksi Pekerja Koperasi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Koperasi Awards
Berita terkait
BPJS Ketenagakerjaan Bersama HDCI Lindungi 5.000 Ojol hingga Tiga Tahun
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 07.30
Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Lampaui Target, Fokus Tekan Kemiskinan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.25
Lindungi Siswa PKL dan Calon Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng SMKN 4 Jakarta Utara
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 15.47
Momen Kemerdekaan, ASN Banyuwangi Berbagi Daftarkan 5000 Pekerja Informal BPJS Ketenagakerjaan
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 08.45