Murka, Trump Sebut Laporan Kekurangan Amunisi AS 'Pengkhianatan'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump menyatakan kemarahannya terhadap laporan yang menyebut AS kekurangan amunisi dalam operasi militer terhadap Iran. Dalam postingan di Truth Social, Trump menuding pihak yang mempertanyakan pasokan amunisi sebagai 'pengkhianat' karena diduga ingin melihat AS kalah dalam perang. Ia menegaskan bahwa AS memiliki persediaan amunisi yang 'tak terbatas' dan sedang memproduksinya dalam skala rekam jejak. Trump juga membela operasi militer AS yang baru saja dilancarkan terhadap Iran, sembari menyatakan bahwa AS sedang menang dengan mudah. Selain itu, ia mengkritik kebijakan pemerintahan Joe Biden yang memberikan bantuan militer gratis kepada Ukraina dan NATO, menilai hal tersebut seharusnya ditanggung oleh negara-negara Eropa. Trump menegaskan komitmennya untuk meminta penggantian biaya atas bantuan militer tersebut, meskipun menutupkan 'agak terlambat'. Pernyataannya disampaikan di tengah sorotan terhadap penggunaan sumber daya militer AS seiring intensitas serangan terhadap Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 08.39
Donald Trump Dilaporkan Dukung Gagasan Akhiri Perang dengan Iran
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 08.11
Trump Murka dengan Laporan AS Kekurangan Amunisi di Tengah Perang Iran: 'Sampah Pengkhianat!'
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 17.47
Amerika Kembali Bombardir Iran, Donald Trump Sebut demi Timur Tengah
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 10.31
Mojtaba Khamenei Ungkap Iran Siapkan Pelajaran Tak Terlupakan untuk AS
Berita terkait
Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz, Trump Usul Diubah Jadi 'Selat Trump'
Detik.com · 2 September 2026 pukul 23.02
Presiden Iran Beri Ultimatum Baru untuk AS di Hadapan Xi Jinping-Putin
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 21.10
Petinggi Militer AS Peringatkan Pete Hegseth: Operasi Iran tidak Berkelanjutan
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 14.30
AS akan Merespons Serangan Iran Terhadap Pasukannya di Timur Tengah
VOI · 1 September 2026 pukul 08.00