Presiden Iran Beri Ultimatum Baru untuk AS di Hadapan Xi Jinping-Putin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan ultimatum baru kepada Amerika Serikat (AS) di hadapan KTT Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Bishkek. Dalam pernyataannya, Pezeshkian menyatakan bahwa Teheran siap memberikan respons jika AS kembali memenuhi komitmennya berdasarkan Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada Juni lalu. Kesepakatan sementara tersebut merupakan upaya menghentikan konflik yang pecah setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Pertukaran serangan langsung antara Iran dan AS kembali terjadi, dengan laporan menyebutkan bahwa AS menyerang Pulau Larak, sementara Iran melancarkan serangan terhadap dua pangkalan udara AS di Yordania. Meski ketegangan kembali meningkat, Pezeshkian menegaskan bahwa perang tidak memberikan keuntungan bagi pihak mana pun dan Teheran tetap terbuka untuk solusi melalui perundingan.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa "akan ada tanggapan" atas serangan Iran, namun menegaskan bahwa serangan terbaru belum menunjukkan kembalinya perang dalam skala penuh. KTT SCO yang dihadiri oleh para pemimpin termasuk Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi ajang bagi Pezeshkian menyampaikan pesan ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 1 September 2026 pukul 08.00
AS akan Merespons Serangan Iran Terhadap Pasukannya di Timur Tengah
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 22.26
AS Siap Mundur dari Irak, Iran Bombardir Lewat Udara
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 21.48
Iran Sebut AS Salah Besar Karena Gunakan Negosiasi untuk Mendikte
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 20.22
Iran Kecam Dukungan Uni Eropa terhadap Tekanan Ekonomi AS
Berita terkait
Presiden Iran Minta Trump Tak Picu Kekacauan, Tegaskan Teheran Tak Akan Menyerah
VOI · 30 Agustus 2026 pukul 06.15
Iran Bantah Rencana Bunuh Putra Bungsu Trump: Tipu Muslihat Netanyahu!
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 16.24
Iran Tegaskan AS Wajib Membayar Ganti Rugi Penuh Dampak Sanksi Sepihak
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 08.00
Presiden Trump Sebut Ranjau di Selat Hormuz Telah Dibersihkan
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 10.00