Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Nasib 950 Dapur MBG Terancam, Sudaryono Ungkap Biang Masalahnya

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan bahwa 950 dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini masuk dalam daftar yang dicurigai belum memenuhi standar laik higienis dan sanitasi (SLHS). Sebanyak 950 dapur ini beroperasi tanpa sertifikat SLHS yang menjadi syarat mutlak, sehingga terancam dikenai sanksi hingga penutupan permanen. BGN memberikan kesempatan terakhir hingga 10 Agustus 2026 bagi dapur yang belum melengkapi sertifikat tersebut. Sertifikat SLHS tidak lagi diperlakukan sebagai syarat administrasi, melainkan sebagai syarat mutlak yang menentukan kelayakan operasional dapur. Dapur yang tidak memenuhi standar akan langsung ditutup secara permanen demi keselamatan penerima manfaat program MBG.

Selain itu, BGN telah menetapkan mekanisme sanksi otomatis berdasarkan tingkat pelanggaran. Suspensi ringan diberlakukan selama 10 hari, sedang selama 20 hari, berat selama 30 hari, dan sanksi penutupan permanen untuk pelanggaran berat berulang. Dapur yang mendapatkan lebih dari dua kali suspensi akan dievaluasi lebih ketat. Jika setelah dibuka kembali terjadi kasus keracunan atau pelanggaran serupa, BGN akan mempertimbangkan penutupan permanen.

BGN juga mengakui adanya kendala di lapangan terkait proses penerbitan sertifikat SLHS, termasuk keluhan tentang kecepatan proses dan perbedaan respons dari dinas kesehatan di berbagai kabupaten dan kota. Untuk mengatasi hal ini, BGN telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh jajarannya di daerah guna memberikan pendampingan administrasi. Mitra yang mengalami hambatan juga diminta melaporkan kendala tersebut kepada BGN sebelum batas waktu 10 Agustus. Evaluasi akhir terhadap seluruh dapur akan dilakukan setelah tenggat waktu tersebut berakhir.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait