Arab Saudi Ngamuk, Bombardir Mokha Yaman, 6 Orang Tewas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi pada Selasa (22/9/2026) dini hari melancarkan serangan udara terhadap kota pelabuhan strategis Mokha di Laut Merah, Yaman. Serangan ini menewaskan enam orang, termasuk dua anak-anak dan seorang perempuan, dan melukai delapan orang lainnya, termasuk seorang anak dan seorang perempuan. Laporan ini disampaikan oleh kantor berita Saba yang berafiliasi dengan kelompok Houthi.
Serangan tersebut terjadi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran berhasil menguasai sebagian besar garis pantai Laut Merah Yaman dalam beberapa pekan terakhir, termasuk kota Mokha. Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi berupaya merespons dengan serangan udara tersebut.
Di tingkat internasional, Kepala badan pemerintahan Yaman Rashad al-Alimi membahas situasi dengan Presiden AS Donald Trump untuk meminta dukungan militer. Namun, Trump tidak memberikan janji dukungan militer. Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman juga mendesak Trump agar menyerang Houthi. Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dilaporkan menyetujui dukungan militer kepada Arab Saudi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 22 September 2026 pukul 13.57
Trump Ternyata Berencana Serang Houthi, Tapi Batal di Menit-menit Akhir
Detik.com · 22 September 2026 pukul 10.58
Houthi Dibeking Iran, Pemimpin Yaman Colek Trump
Detik.com · 22 September 2026 pukul 09.12
Rudal Saudi Gempur Pelabuhan Mokha di Yaman, 6 Orang Tewas
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 08.40
Minyak Mentah Turun Jari US$103 Per Barel di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
Berita terkait
Saudi Disebut Lancarkan 40 Serangan Udara ke Yaman dalam Sehari
kumparan · 17 September 2026 pukul 02.49
Houthi Warning Negara-negara Lain: Jangan Gabung Arab Saudi dalam Perang Saudara Yaman!
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 09.41
Ledakan Terdengar di Riyadh, Otoritas Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara
Detik.com · 19 September 2026 pukul 08.11
Arab Saudi Minta Tolong, China Diam-Diam Tekan Iran soal Houthi
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 05.38