Pengaruh Iran di Selat Hormuz Melemah, Sampai Kapan Teheran Bertahan?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran mulai kehilangan kendali atas Selat Hormuz, jalur strategis minyak utama dunia. Dalam dua pekan terakhir, lebih dari 80% kapal tanker menggunakan rute Oman yang ditetapkan PBB, mengabaikan tuntutan tol Iran. Perubahan drastis dibandingkan satu bulan sebelumnya ketika hampir tidak ada lalu lintas di rute Oman. Kuwait, Arab Saudi, dan UEA menyewa kapal VLCC untuk membawa minyak melalui Selat Hormuz, kemudian dipindahkan ke Teluk Oman untuk menghindari risiko serangan. Beberapa kapal mematikan transponder demi keamanan, menciptakan 'lalu lintas gelap'. Amerika Serikat mengklaim dapat memantau pergerakan kapal dan mencatat transit minyak sekitar 15 juta barel per hari, mendekati rata-rata 20 juta barel sebelum perang. Namun, Iran masih mampu menyerang dan mengganggu pelayaran. Oman dan Iran sedang diskusi memulihkan kebebasan navigasi tanpa keterlibatan AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 20.05
Trump Klaim Selat Hormuz, Iran 'Caplok' California
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 12.30
Harga Minyak Brent Tembus USD 92 per Barel, Dipicu Gejolak Pasokan dan Konflik Iran
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 11.12
Pasukan AS Diam-diam Kawal Kapal Tanker Minyak Lintasi Selat Hormuz
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.28
Iran Ancam Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Berita terkait
Qalibaf Peringatkan Tak Ada Pihak di Kawasan yang Bisa Jual Minyak jika Iran Tidak Bisa
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 11.31
Balas Serangan AS, Iran Serang 10 Kapal di Dekat Selat Hormuz
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 07.04
Trump Sebut Selat Hormuz Terbuka, AS Klaim Pegang Kendali dan Blokade Iran
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 16.25
Trump Ngamuk Lagi ke Iran: Klaim Hormuz Milik AS-Tutup Pintu Damai
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.10