Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Negara "Raja Minyak" Krisis: Negara Gelap Gulita-Bensin Tak Ada

Libya, negara dengan cadangan minyak terbesar di Afrika (sekitar 48 miliar barel) dan kapasitas produksi 1,5 juta barel per hari, kini dilanda krisis energi parah akibat pemadaman listrik berkepanjangan dan kelangkaan BBM. Warga harus antre berjam-jam di stasiun bensin, bahkan sampai empat kilometer, sementara suhu udara mencapai 50 derajat Celsius. Toko-toko tutup, es batu rusak, dan bisnis tertutup karena listrik padam. Pemerintah terpaksa mengimpor BBM senilai US$7,8 miliar pada 2025 karena hanya memproduksi sepertiga kebutuhan domestik. Para ahli dan PBB menyalahkan korupsi, tata kelola lemah, dan kurangnya pemeliharaan pembangkit listrik selama bertahun-tahun. Peneliti menuduh penyelundupan minyak dan penyalahgunaan anggaran energi memperparah krisis. Utusan PBB menyebut fragmentasi institusional dan pengalihan sumber daya publik sebagai akar masalah. Baru-baru ini, reservoir bensin 4,5 juta liter di Zawiya diserang pesawat tak berawak, menambah ketegangan di wilayah konflik bersenjata.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait