Negosiasi Damai Mandek, Trump Serukan Iran Menyerah!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump menyerukan Iran untuk menyerah setelah negosiasi damai menemui jalan buntu. Kesepakatan penghentian operasi militer yang ditandatangani Juni lalu resmi berakhir setelah batas waktu 60 hari untuk merundingkan kesepakatan final, termasuk isu program nuklir, terlampaui pada 17 Agustus 2026.
Selain konflik dengan Iran, Trump mengancam akan membombardir Oman jika negara tersebut menghalangi pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi 20% pasokan minyak dan gas global. Ketegangan ini telah memicu kenaikan harga BBM dan tekanan domestik di AS. Trump menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.30
Donald Trump Menyukai Gagasan Menjadikan Selat Hormuz Wilayah AS
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 13.04
Trump Sebut Pencaplokan Selat Hormuz Jadi Wilyah AS Ide yang Bagus
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 13.00
Iran Ancam akan Lancarkan Serangan di Selat Hormuz jika Diplomasi dengan AS Gagal
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 08.57
Trump Ancam Bom Oman Jika Ganggu Kesepakatan Selat Hormuz: Akan Kami Hancurkan
Berita terkait
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Halangi Kesepakatan soal Selat Hormuz
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 08.42
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Donald Trump segera Mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 10.40
Donald Trump Berencana Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS Usai Perang Iran
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 04.04