Donald Trump Berencana Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS Usai Perang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump berencana mengklaim Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat setelah mengalahkan Iran. Pernyataan ini muncul di tengah konflik bersenjata yang dimulai 28 Februari untuk mengakhiri program nuklir Iran. Saat ini, terjadi kebuntuan kendali di jalur vital energi global tersebut, di mana Iran memblokir pelayaran sipil sementara AS melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
AS tengah menyiapkan paket sanksi baru untuk isolasi ekonomi total Iran, termasuk blokade fisik Selat Hormuz pekan depan. JD Vance menekankan prioritas AS adalah menjaga stabilitas harga minyak. Di sisi lain, militer Iran membantah klaim Trump dan menegaskan kendali penuh atas selat tersebut. PM Jepang Sanae Takaichi turut mendesak Iran menjamin kebebasan pelayaran demi stabilitas global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 10.40
Donald Trump segera Mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.29
Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.48
Seruan Iran Agar AS Terima Kenyataan Kalah Perang
Berita terkait
Negosiasi Damai Mandek, Trump Serukan Iran Menyerah!
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.55
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Halangi Kesepakatan soal Selat Hormuz
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 08.42
Harga Minyak Dunia Kompak Menguat Usai Donald Trump Tolak Proposal Perdamaian
JawaPos · 28 September 2026 pukul 08.00
Donald Trump Tolak Mentah-mentah Proposal Iran! Selat Hormuz Makin Memanas, Teheran Masih Gigit Jari?
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 07.24