Selat Hormuz Belum Pulih, Defisit Minyak Global Makin Parah Tembus 1,8 Juta Barel per Hari
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan kekurangan pasokan minyak global pada 2026 akan memburuk karena Selat Hormuz belum dibuka kembali. IEA memangkas proyeksi pasokan minyak dunia menjadi 102,02 juta barel per hari (bph), turun 4,3 juta bph atau sekitar 4% dari tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz, blokade AS terhadap ekspor Iran, serangan di Selat Bab el-Mandeb, dan penurunan ekspor Kazakh CPC Blend. Akibatnya, defisit pasar minyak global diperkirakan mencapai 1,27 juta bph, melebar dari 860.000 bph pada proyeksi sebelumnya. IEA juga memperkirakan permintaan minyak global akan terkontraksi 1,6 juta bph tahun ini, lebih dalam dari perkiraan sebelumnya. Sementara itu, OPEC masih memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak sebesar 580.000 bph pada 2026, meskipun lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Perbedaan pandangan antara IEA dan OPEC mencerminkan ketidakpastian tinggi di pasar energi global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 04.04
Donald Trump Berencana Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS Usai Perang Iran
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.05
Harga Minyak Dunia Naik ke US$87,16 usai AS Ancam Blokade Iran
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 21.10
Respons Klaim Trump, Iran Beri Jawaban Terbaru soal Selat Hormuz
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.45
Selat Hormuz Terancam, Negara Teluk Berebut Jalur Alternatif
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Tembus USD88,52 per Barel, Melonjak 6% dalam Sepekan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 21.00
Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.29
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
IEA Prediksi Permintaan Minyak Bakal Turun 1,6 Juta Barel per Hari
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.15